22 April 2013

Kegiatan ekonomi negara maju dan berkembang


1.      Faktor penting yang mempengaruhi kegiatan ekonomi suatu wilayah, diantaranya adalah:
a)      Akumulasi modal, termasuk semua investasi baru yang berwujud tanah, peralatan fisikal, dan sumber daya manusia ( human resources ). Karena seberapa jumlah modal dan saham yang di tanam dan yang berjalan pada kegiatan ekonomi suatu wilayah juga sangat berpengaruh sekali terhadap kegiatan ekonomi  yang ada di dalam suatu wilayah.

b)      Pertumbuhan populasi dan hal-hal yang berhubungan dengan kenaikan angkatan kerja ( labour force ), yang mempunyai pengaruh positif terhadap kemajuan ekonomi yang terkait dengan kemampuan sistem ekonomi dalam menyerap dan memperkerjakan tambahan-tambahan tenaga kerja secara produktif.

c)      Kemajuan teknologi yang sebenarnya merupakan faktor paling penting bagi pertumbuhan ekonomi, baik dalam bentuk kemajuan teknologi yang disebabkan oleh cara-cara baru maupun cara-cara yang diperbaiki dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan yang produktif.

2.      Industrialisasi adalah suatu proses perubahan sosial ekonomi yang mengubah sistem pencaharian masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Industrialisasi juga bisa diartikan sebagai suatu keadaan dimana masyarakat berfokus pada ekonomi yang meliputi pekerjaan yang semakin beragam (spesialisasi), gaji, dan penghasilan yang semakin tinggi. Industrialisasi adalah bagian dari proses modernisasi dimana perubahan sosial dan perkembangan ekonomi erat hubungannya dengan inovasi teknologi.
Dalam Industrialisasi ada perubahan filosofi manusia dimana manusia mengubah pandangan lingkungan sosialnya menjadi lebih kepada rasionalitas (tindakan didasarkan atas pertimbangan, efisiensi, dan perhitungan, tidak lagi mengacu kepada moral, emosi, kebiasaan atau tradisi). Menurut para peniliti ada faktor yang menjadi acuan modernisasi industri dan pengembangan perusahaan. Mulai dari lingkungan politik dan hukum yang menguntungkan untuk dunia industri dan perdagangan, bisa juga dengan sumber daya alam yang beragam dan melimpah, dan juga sumber daya manusia yang cenderung rendah biaya, memiliki kemampuan dan bisa beradaptasi dengan pekerjaannya.
Negara pertama yang melakukan industrialisasi adalah Inggris ketika terjadi revolusi industry pada abad ke 18.Pada akhir abad ke 20, Negara di Asia Timur telah menjadi bagian dunia yang paling banyak melakukan industrialisasi.


3.      Keuntungan yang diperoleh dari industrialisasi:
a)      Meningkatkan devisa Negara yang fungsi devisa itu sendiri adalah sebagai berikut:
·         Alat pembayaran luar negri ( perdagangan ekspor, impor dll )
·         Alat pembayaran hutang luar negri
·         Alat pembiayaan hubungan luar negri
·         Sebagai sumber pendapatan Negara.
b)      Menyerap tenaga kerja
Dengan adanya industrialisasi dapat mengurangi pengangguran karena dengan dibukanya industri akan dapat membuka lapangan pekerjaan sehingga lebih dapat menyerap tenaga kerja baik itu tenaga kerja terampil maupun tidak terampil.
c)      Meningkatkan pendapatan masyarakat
Dengan meningkatkan pendapatan masyarakat berarti kesejahteraan masyarakat juga akan ikut bertambah.
d)     Terbukanya usaha-usaha informal
             Industrialisasi diberbagai bidang dapat meningkatkan pertumbuhan usaha-usaha informal akibat dibukanya industry disuatu daerah. Contohnya dengan dibukanya industri pariwisata, selain membuka lapangan pekerjaan di industri pariwisata tersebut juga akan menumbuhkan sektor-sektor  usaha informal terutama bagi warga sekitarnya, misalnya warga sekitar dapat berjualan barang-barang atau cindera mata atau bahkan menyewakan fasilitas-fasilitas tertentu.


4.      Unsur fisik dan Non fisik sebagai unsure utama dalam suatu factor penting dalam industrialisasi .

      Sebelumnya perlu diketahui bahwa kemajuan perindustrian suatu Negara itu dipengaruhi oleh lingkungan geografis Negara bersangkutan, faktor inilah yang sangat penting dan menentukan jenis perindustrian apa yang memiliki peluang besar dan menguntungkan untuk dikembangkan pada suatu wilayah atau Negara. Dengan faktor geografis yang berbeda maka sudah sangat jelas bahwa faktor fisik dan non fisiknya setiap wilayah itu juga berbeda - beda. Dan itulah pelua bagaimana memanfaatkan potensi yang ada untuk industrialisasi dan prospeknya pun disesuaikan dengan kondisi fisik dan non fisik yang ada.

Mari kita kaji dari masing-masing unsure tersebut :
A.    Unsur Fisik .
            Unsur fisik ini bukan hanya sebagai unsure pendorong kemajuan perekonomian suatu wilayah saja , melainkan juga bias sebagai factor penghambat. Karena pada konteks dasarnya unsure fisik ini mencakup keadaan suatu bentang alam yang ada suatu kawasan atau wilayah yang ada. Dengan keberagaman sumber daya alam yang berbeda antara tempat yang satu dengan tepat yang lainnya maka juga akan sangat mempengaruhi jenis industri yang akan di kembangkan. Perbedaan unsur fisik ini terkadang menyebabkan perbedaan rintangan yang di hadapi antara daerah satu dengan daerah yang lainnya.
            Biasanya unsur fisik ini erat kaitannya dengan kegiatan dan jenis            perisdustrian antra lain adalah iklim dan cuaca , tanah dan sumber daya mineral.
B.     Sedangkan unsur nonfisik adalah suatu nsure yang di gunakan untuk menempatkan unsure fisik, jadi jika unsure non fisik ini tidak mendukung dengan adanya proses industrialisasi yang dilakukukan atau di kembangkan oleh factor fisik maka pembangunan industry dalam suatu wilayah tidak dapat berkembang dengan semestinya demikian sebaliknya. Misalnya budaya, jika budaya suatu wilayah tidak memungkinnkan untuk di kembangkan industrialisasi maka sangat mustahil untuk mencapai suatu periotas sempurna dari kegiatan indutri tersebut.

5.      Hambatan dalam pembangunan sector industry di Indonesia :
             Dari penuturan Menteri Perindustrian Mohamad Suleman Hidayat mengakui beberapa        permasalahan internal dan eksternal terkait pengembangan industri belum sepenuhnya teratasi diantaranya yaitu lemahnya struktur industri, keterbatasan industri pemasok bahan baku/penolong serta keterbatasan produksi barang setengah jadi dan komponen yang belum sepenuhnya memadai.
Sementara permasalahan eksternal yang masih membutuhkan perbaikan, menurut dia, utamanya keterbatasan infrastruktur fisik pendukung seperti jaringan jalan, pelabuhan, kereta api dan energi. Birokrasi juga belum sepenuhnya probisnis, arus barang ilegal masih tinggi, masalah perburuhan masih banyak, insentif fiskal tidak bersaing dan suku bunga masih tinggi," 
Kalo secara umum kita harus bias melihat kenyataan yang ada sekarang dengan kacamata pandang kita sendiri yaitu bis di simpulkan ada beberapa hambatan  yang mencolok dalam sector pengembangan sector industry di Indonesia yaitu :
Faktor-faktor yang menjadi penghambat industri di Indonesia meliputi:
A.    Keterbatasan teknologi.
Kurangnya perluasan dan penelitian dalam bidang teknologi menghambat efektifitas dan kemampuan produksi industry yang ada di indonesia. Dengan semakin tingginnya perkembangan  IPTEK seharusnya pemerintah juga memperhatikan tehnologi yang ada dalam sector industrinya, karena yang ada saat ini Indonesia kalah jauh dengan Negara-negara lain yang industrinya sebagian besar yang di lakukan oleh mesin. Namun sisi negate jika technology di sector industry in berkembang sangat pesat maka di sisi lai penggunaan SDM juga akan di kurangi.
B.     Kualitas sumber daya manusia
Terbatasnya tenaga professional di Indonesia menjadi penghambat untuk mendapatkan dan mengoperasikan alat alat dengan teknologi terbaru. Jika keterbatasan tehnologi bias semakin di kurangi maka tenaga manusia yang memiliki kualitas rendah akan semakin tersingkirkan, namu berbeda yang terjadi saat ini di sisi lain SDM di Indonesia saat ini masih sangat kurang sekalli kualitas dan kemampuannya untuk mengoprasikan alat-alat modern yang sudah mulai menggunakan teknologi yang tinggi
C.    Keterbatasan dana pemerintah
Terbatasnya dana pengembangan teknologi oleh pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur dalam bidang riset dan teknologi yang terjadi saat inilah mungkin yang menjadi salah satu hambatan kemajuan industry yang ada di Indonesia. Karena jika kita bernicara dengan dana , maslah Indonesia sangat banyak sekali, salah satunya yaitu utang luar negeri yang belum lunas bahkan semakin bertambah , serta adanya bencana-bencana yang mengurangi dana dari pemerintah. Jadi dengan adanya banyak masalah , dana yang ada di pemerintah tidak bias sepenuhnya di maksimalkan untuk sector perindustrian.

D.    Daya masyarakat yang rendah
            Dengan menjamurnya produk produk pasaran luar terutama dari cina dan adanya pasar bebas, yang notabenenya barang dari luar bebas masuk dengan bebas di indonesia dengan perbandingan harga dan kualitas yang sangat memungkinkan untuk masyarakt kalangan rendah menengah mampu membelinya . maka sudah barang tentu masyarakat lebih memilih produk luar dengan harga yang lumayan murah di kelas ekonomi masyarakat saat ini.

E.     Modal yang tersedia terbatas
            Modal adalah salah satu unsure penting dalam menciptakan suatu industry, jika modal saja sudah menjadi hambatan maka proses kegiatan industrinyapun bias terbengkelai atau mengalami hambatan yang serupa.

6.      Di negara maju faktor-faktor di atas sangat mempengaruhi kegiatan ekonomi yang berjalan simultan dan dapat dikendalaikan. Negara maju sering dikaitkan dengan proses industrialisasi dan pembangunan industri. Negara-negara di dunia yang dapat dikategorikan sebagai negara industrti maju ( industrial countries) tergabung dalam kelompok G7 yaitu Amerika Serikat, Inggris, Pernacis, Jerman, Belanda, Italia dan Jepang. Dewasa ini muncul negara-negara yang tergolong industri baru (new indsustrial countries). Dalam arti luas industri adalah segala aktivitas manusia di bidang ekonomi yang menghasilkan barang atau jasa.
            Kegiatan perekonomian di negara maju biasanya berkaitan erat dengan produksi sekunder yang meliputi hasil-hasil sektor industri, dan produksi tersier yang meliputi hasil dari jasa-jasa.

Berikut beberapa gambaran mengenai kegiatan perekonomian di negara-negara maju :
1.1   Komersialisasi Perikanan
Di bidang perikanan, negara maju menggunakan teknologi tinggi baik untuk membudidayakan maupun untuk pengolahan dan pengemasannya. Misalnya dalam penangkapan dan pengolahan ikan paus, anjing laut, spons serta pembudidayaan mutiara. Semakin majunyas kegiatan dibidang perikanan dapat pula ikut memajukan industri lain yang melayaninya, seperti pebuatan kaleng dalam berbagai ukuran, bahan-bahan pengawet, peralatan penangkap ikan, alat pengolah ikan segar, industri pupuk, makanan ternak dan lain-lain.
1.2 Pertanian
Pertanian di negara maju dicirikan dengan adanya produksi pertanian yang sangat elastis dimana hasilnya disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan pasar. Penduduk yang bekerja di bidang pertanian jumlahnya sangat terbatas, yaitu di bawah 20%, bahkan kadang-kadang hanya mencapai 5%. Di negara maju pengelolaan pertanian menerapkan dan mengembangkan teknologi pertanian yang moderen. Penggunaan bibit ungul serta pengembangan bibit unggul dilakukan secara lintas sektoral,yaitu dengan kerjasama dengan pihak perguruan tinggi, lembaga pertanian serta beberapa perusahaan yang terkait.
1.3 Kehutanan
Penggunaan mesin-mesin canggih, baik dalam penebangan, pengangkutan, pengerajinan, maupun dalam pemotongan dan pengolahan lebih lanjut. Usaha komersialisasi kayu terutama kayu hutan dilaksanakan dengan sangat hati-hati dan selalu diimbangi dengan usaha penanaman kembali hutan yang telah ditebang. Penebangan kayu hutan di negara-negara maju dilakukan secara musiman, misalnya yang dilakukan di Inggris, Canadfa, Rusia, Scandinavia dan Finlandia. Jika kekurangan bahan kayu hasil hutan maka dilakukan pengimporan kayu dari dari daerah tropis. Masyarakat di negara-negara maju mempunyai tingkat kesadaran yang cukup tinggi akan arti pentingnya hutan bagi kelansungan hidup manusia.
1.4 Pertambangan
Pertambangan di negara-negara maju mengalami kemajuan yang pesat pada saat Inggris dan negara-negara Eropa Barat mengalami revolusi industri. Pertambangan di negara maju diolah menggunakan teknologi di dalam negri, bahkan untuk jenis pertambangan tertentu seperti batubara dan biji besi diolah di tempat-tempat tertentu yang dekat dengan daerah pertambangan.

1.5    Perindustrian
Negara maju yang pertama kali dikenal sektor industrinya adalah Inggris. Hal ini karena di Inggris revolusi industri dengan ditemukannya mesin uap yang dapat menghemat biaya dan peningkatan produksi industrinya sebesar 400% selama paruh pertama abad ke-19.
Di negara-negara maju jumlah penduduk yang terlibat kedalam perindustrian jauh lebih besar bila dibandingkan dengan yang bermatapencaharian bertani. Contoh di Jepang jumlah penduduk yang bekerja disektor pertanian hanya 13%, sisanya bekerja di sektor industri dan jasa. Demikian juga Australia, dimana penduduk yang bekerja di sektor pertanian hanya 10 %, 30% di sektor industri dan 60% di sektor jasa.
1.6 Perniagaan
Kegiatan perekonomian di sektor ini merupakan kegiatan sektor tersier, yakni kegiatan-kegiatan yang secara tidak langsung menghasilkan dan meningkatkan nilai barang, seperti kegiatan perbangkan, bursa uang, asuransi, transportasi, akomodasi, perdagangan dan jasa tlekomunikasi.
Kegiatan perniagaan pada umumnya dapat dikelompokan menjadi 2 (dua), yakni :
(1) Para pedagang, yakni yang menjadi perantara antara produsen – konsumen, seperti pedagang, ahli perbangkan, para akuntan, konsultan dan para perantara/ calo (broker).
(2) Para pengangkut, yakni meliputi para pengatur ekspedisi barang, pengangkutan orang dari suatu tempat ke tempat lain. Termasuk sopir, masinis, pilot, pelaut-niaga, dan mereka yang melayani jasa komunikasi.
Pada sektor ini di negara-negara maju mengalami perkembangan yang sangat pesat karena didukung oleh telekomunikasi dan sistem informasi yang suadah sangat mapan/ maju di negara-negara tersebut.
Pada umumnya di negara-negara berkembang sebagian besar penduduknya bekerja di sektor primer yang memproduksi bahan-bahan dasar dan bahan makanan (raw materials ang foodstuffs), sehingga pendapatan penduduk perkapita menjadi rendah. Berikut beberapa kegiatan yang dilaksanakan di negara berkembang :
2.1 Pertanian
Sebagian besar negara berkembang terletak di daerah tropis yang miskin unsur hara dan curah hujannya tinggi, sehingga proses erosi berlangsung cepat dan tanah cepat mengalamio ketidaksuburan. Menurut Soerdjono Abipraja (1985:14) mengemukakan bahwa rata-rata penduduk yang bekerja di sektor pertanian adalah 55%-80%. Namun tingkat produktivitasnya sangat rendah dan tidak elastis. Kegiatan di sektor pertanian hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri (self-suffient agricultural, bahkan tidak jarang mengalami krisis pangan.
Salah satu kelemahan negara berkembang di bidang pertanian adalah diusahakannya komoditi tunggal (single comoditi) seperti: Colombia dan Brazilia dengan kopinya, Mesir dengan kapasnya. Hal ini menyebabkan krisis atau kemungkinan gagal panen akibat penyimpangan iklim.
2.2 Perindustrian
Perkembangan industri di negara-negara berkembang cendertung tidak sama dengan perkembangan industri negara maju. Banyak pencari kerja di negara-negara berkembnag yang berpaling ke sektor industri, karena sektor pertanian sifatnya hanya musiman dan tidak lagi dapat memberikan penghasilan yang cukup.
Jumlah pencari kerja di sektor industri cenderung semakin meningkat, sedang daya serap sektor industri sangat rendah, yaitu sekitar 10 -20% dari seluruh tenaga kerja yang ada. Sebagian besar negara-negara berkembang sudah mempunyai cukup mineral dan bahan mentah untuk diolah lebih lajut. Namun perkembnagan industri banyak mengalami hambatan. Hambatan-hambatan tersebut antara lain kekurangan sumber tenaga, kekurangan tenaga kerja yang terdidik, kekurangan modal, adanya motivasi dan tingkat keahlian yang rendah dari tenaga kerja, dan adanya situasi politik yang cenderung tidak stabil.
7.      PERBEDAAN AKTIVITAS PERTANIAN  NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG.

A.    PERTANIAN DI NEGARA MAJU.
Pertanian di negara maju dicirikan dengan adanya produksi pertanian yang sangat elastis dimana hasilnya disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan pasar. Penduduk yang bekerja di bidang pertanian jumlahnya sangat terbatas, yaitu di bawah 20%, bahkan kadang-kadang hanya mencapai 5%. Di negara maju pengelolaan pertanian menerapkan dan mengembangkan teknologi pertanian yang moderen. Penggunaan bibit ungul serta pengembangan bibit unggul dilakukan secara lintas sektoral,yaitu dengan kerjasama dengan pihak perguruan tinggi, lembaga pertanian serta beberapa perusahaan yang terkait.

CONTOH PENGGUNAAN TEKNOLOGI MODERN DALAM PERTANIAN :
Seiring dengan tibanya musim semi, para petani di Amerika mulai mengerjakan lahannya. Peralatan canggih tidak lupa menemani mereka untuk mengefektifkan kerja mereka seperti dengan penggunaan GPS. Di Amerika Serikat petani skala besar sudah menerapkan sistem pertanian presisi dengan teknologi navigasi satelit GPS (Global Positioning System) untuk memetakan batas lahan, jalur bajak, sistem irigasi dan memonitor hasil panen. Contohnya di lahan pertanian dekat Washington DC, traktor yang dilengkapi dengan alat pembantu navigasi (GPS) untuk membajak lahan dengan garis lurus menjadi lebih mudah karena komputer yang mengendalikan. GPS di traktor mendapat sinyal dari satelit untuk melacak posisi traktor dan lahan yang telah digarap, selain itu GPS juga membantu sistem pemupukan secara presisi melalui selang-selang pada traktor untuk menyalurkan pupuk ke dalam tanah. GPS juga digunakan untuk menanam benih, benih masuk ke lubang bajakan ini kemudian mesin penebar benih akan memasukkan benih secara tepat di lubang yang sudah diberi pupuk sebelumnya.

B.     PERTANIAN DI NEGARA BERKEMBANG.
Sebagian besar negara berkembang terletak di daerah tropis yang miskin unsur hara dan curah hujannya tinggi, sehingga proses erosi berlangsung cepat dan tanah cepat mengalami ketidaksuburan. Menurut Soerdjono Abipraja (1985:14) mengemukakan bahwa rata-rata penduduk yang bekerja di sektor pertanian adalah 55%-80%. Namun tingkat produktivitasnya sangat rendah dan tidak elastis. Kegiatan di sektor pertanian hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri (self-suffient agricultural, bahkan tidak jarang mengalami krisis pangan.
Salah satu kelemahan negara berkembang di bidang pertanian adalah diusahakannya komoditi tunggal (single comoditi) seperti: Colombia dan Brazilia dengan kopinya, Mesir dengan kapasnya. Hal ini menyebabkan krisis atau kemungkinan gagal panen akibat penyimpangan iklim.
Contohnya adalah seperti indonesia yang notabenenya sebagai negara berkembang yang sebagian besar komoditi utamanya dari sektor pertanian. Yaitu kegiatan ekonominya yang masih sederhana, masih menggunakan pupuk-pupuk organik dan proses pengolahan tanahnya pun masih sangat sederhana, masih banyak yang manual seperti masih menggunakan cangkul, bajak dari sapi atau kerbau serta proses penanamannya pun masih sangat manual sekali yaitu masih menggunakan tenaga manusia . jelas kalah jauh dengan kegiatan pertanian negara maju yang lebih dominan ke sektor hasil yang besar dan penggunaan tenaga manusia yang kecil.




thumbnail
Judul: Kegiatan ekonomi negara maju dan berkembang
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait geografi :

 
Copyright © 2013. About - Sitemap - Contact - Privacy
Template Seo Elite oleh Bamz