Geografi Asia Tenggara


1.               kondisi fisik (geologi dan iklim ) regional asia tenggara !

·                  Kondisi Geologi Asia Tenggara
Di lihat dari letak geologisnya Asia Tenggara terletak pada pertemuan lempeng – lempeng geologi, seperti dua lempeng benua besar: lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, ditambah dengan lempeng Filipina yang lebih kecil.
Lempeng penyusun batuan Asia Tengggara antara lain adalah sebagai berikut:
a.      Lempeng Eurasia
Lempeng Eurasia adalah lempeng tektonik terbesar ketiga yang berada di daerah Eurasia, daratan yang terdiri dari benua Eropa dan Asia kecuali di daerah India, Jazirah Arab, dan timur Pegunungan Verkhoyansk di Siberia Timur. Sisi timurnya dibatasi Lempeng Amerika Utara dan Lempeng Filipina.Sisi selatannya dibatasi Lempeng Afrika, Lempeng Arab dan Lempeng Indo-Australia.Sisi baratnya dibatasi oleh Lempeng Amerika Utara.Lempeng Sunda merupakan bagian dari Lempeng Eurasia yang rumit secara tektonik dan aktif secara seismik.
b.      Lempeng Indo-Australia
·               Lempeng Indo-Australia ialah nama untuk 2 lempeng tektonik yang termasuk benua Australia dan samudra di sekelilingnya yang memanjang ke barat laut sampai termasuk anak benua India dan perairan di sekelilingnya. Terbagi atas 2 lempeng sepanjang perbatasan yang kurang aktif: lempeng Australia dan lempeng India yang lebih kecil. Kedua lempeng itu bergabung bersama antara 50 sampai 55 juta tahun abad, sebelum masa itu, kedua lempeng itu bergerak sendiri-sendiri.
·         Bagian selatannya ialah batas divergen dengan lempeng Antarktika. Batas barat dibatasi dengan lempeng India yang membentuk perbatasan dengan lempeng Arab ke utara dan lempeng Afrika ke selatan.Batas utara lempeng India ialah batas konvergen dengan lempeng Eurasia yang membentuk pegunungan Himalaya dan Hindu Kush.
·         Bagian timur laut lempeng Australia membentuk batas subduksi dengan lempeng Eurasia di batas Lautan Hindia dari Bangladesh, ke Myanmar (bekas Burma) ke barat daya pulau Sumatera dan Kalimantan di Indonesia. Batas subduksi yang melalui Indonesia dibelokkan di garis Wallace biogeografis yang memisahkan fauna asli Asia dari Australasia.

c.       Lempeng Filipina
Daerah Lempeng Laut Filipina dikelilingi oleh sedikitnya empat zona penunjaman (subduction) utama, dan di dalam wilayah lempengnya terdapat  beberapa pemekaran lantai samudra, baik yang aktif maupun yang sudah tidak aktif lagi. Fitur-fitur batas lempeng tersebut menjadi kunci dalam merekonstruksi pergerakan lempeng selama ini.

·         Sistem Pegunungan Asia Tenggara
        Asia Tenggara terletak pada deretan pegunungan Mediterania yang membentang dari Eropa Selatan dan masuk Asia Tenggara melalui Pegunungan Arakan Yoma di myanmar dan berlanjut ke Indonesia dengan rentetan Pegunungan Bukit Barisan menuju ke Indonesia Timur. Dari arah utara masuk deretan Pegunungan Sirkum Pasifik yang melalui Pulau Kalimantan.
Pegunungan yang terdapat di Asia Tenggara antara lain adalah sebagai berikut:
a.      Pegunungan Bukit Barisan
        Pegunungan Bukit Barisan adalah jajaran pengunungan yang membentang dari ujung utara (Aceh) sampai ujung selatan (Lampung) pulau Sumatra, memiliki panjang lebih kurang 1650 km. Rangkaian pegunungan ini mempunyai puncak tertinggi Gunung Kerinci yang berlokasi di Jambi, berketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Pegunungan Bukit Barisan terletak dekat pertemuan antara pelat tektonik Eurasia dan Australia.
b.      Pegunungan Sewu
Pegunungan Sewu kaya akan gua karst. Pegunungan Sewu adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di sepanjang pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah), hingga Kabupaten Tulungagung (Jawa Timur) di Pulau Jawa. Deretan pegunungan Sewu terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam. Batuan kapur menjadi ciri khas pegunungan ini. Pegunungan ini memiliki bentang alam kawasan karst yang sangat unik, hal tersebut dicirikan dengan adanya fenomena di permukaan (eksokarst) dan bawah permukaan (endokarst).
Fenomena permukaan meliputi bentukan positif, seperti perbukitan karst yang jumlahnya ± 40.000 bukit yang berbentuk kerucut. Bentukan negatifnya berupa lembah-lembah karst dan telaga karst.  Fenomena bawah permukaan meliputi goa-goa karst yang berjumlah tidak kurang dari 119 goa yang memiliki stalaktit dan stalakmit, dan semua aliran sungai bawah tanah. Karena keunikan ekosistemnya, maka tahun 1993 International Union of Speleology mengusulkan agar Kawasan Karst Pegunungan Sewu masuk ke dalam salah satu warisan alam dunia.
           c.       Pegunungan Krâvanh Mountains (Pegunungan Cardamom)
Pegunungan Krâvanh Mountains, atau Pegunungan Cardamom (Khmer ,Chuor Phnom Krâvanh, adalah deretan pegunungan di Kamboja barat daya didekat perbatasan dengan Thailand. Titik tertinggi pegunungan ini adalah 1.813 meter.
           d.      Pegunungan Titiwangsa
Pegunungan Titiwangsa (bahasa Melayu:Banjaran Titiwangsa) adalah jajaran pegunungan yang membentuk tulang punggung Semenanjung Malaya. Jajaran ini dimulai di utara di Thailand Selatan, membentang ke tenggara dan berakhir di selatan dekat Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia. Dengan titik tertingginya 2.183 m di Gunung Korbu, pegunungan ini menjadi batas alami, memisahkan Semenanjung Malaysia menjadi daerah pesisir timur dan barat.
e.       Pegunungan Jayawijaya
Pegunungan Jayawijaya adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di tengah provinsi Papua Barat dan Papua (Indonesia) hingga Papua Newguinea di Pulau Irian. Deretan Pegunungan yang mempunyai beberapa puncak tertinggi di Indonesia ini terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam. Meski berada di ketinggian 4.800 mdpl, fosil kerang laut, misalnya, dapat dilihat pada batuan gamping dan klastik yang terdapat di Pegunungan Jayawijaya. Karena itu, selain menjadi surganya para pendaki, Pegunungan Jayawijaya juga menjadi surganya para peneliti geologi dunia.S
Pegunungan Jayawijaya juga merupakan satu-satunya pegunungan dan gunung di Indonesia yang memiliki puncak yang tertutup oleh salju abadi. Meskipun tidak seluruh puncak dari gugusan Pegunungan Jayawijaya yang memiliki salju. Salju yang dimiliki oleh beberapa puncak bahkan saat ini sudah hilang karena perubahan cuaca secara global.
Menurut teori geologi, awalnya dunia hanya memiliki sebuah benua yang bernama Pangea pada 250 juta tahun lalu. Benua Pangea pecah menjadi dua dengan membentuk benua Laurasia dan benua Eurasia. Benua Eurasia pecah kembali menjadi benua Gonwana yang di kemudian hari akan menjadi daratan Amerika Selatan, Afrika, India, dan Australia. Pengendapan yang sangat intensif terjadi di benua Australia, ditambah terjadinya tumbukan lempeng antara lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia di dasar laut. Tumbukan lempeng ini menghasilkan busur pulau, yang juga menjadi cikal bakal dari pulau dan pegunungan di Papua.





·                  Iklim di asia tenggara
Negara Indonesia merupakan negar yang terletak di wilayah Asia Tenggara. Oleh sebab itu, Indonesia dapat mewakili iklim-iklim di kawasan Asia Tenggara. Di ilayah Indonesia terdapat iklim hujan tropik dan iklim subtropik basah. Begitu juga iklim di kawasan Asai Tenggara. Iklim hujan tropik yang meliputi wilayah Laos, Kampuchea, sebagian wilayah Vietnam, Thailand, Myanmar, dan Indonesia. Curah hujan di kawasan Asia Tenggara di pengaruhi oleh angin muson, sistem angin, keberadaan pegunungan. Angin muson terbagi menjadi dua, yaitu:                                        
    a. Angin muson barat adalah angin yang mengalir dari Benua Asia (musim dingin) ke Benua Australia (‘musim panas) dan mengandung curah hujan yang banyak di Indonesia bagian Barat, hal ini disebabkan karena angin melewati tempat yang luas, seperti perairan dan samudra. Contoh perairan dan samudra yang dilewati adalah Laut China Selatan dan Samudra Hindia. Angin Musim Barat.menyebabkan Indonesia mengalami musim hujan
b.   Angin muson timur adalah angin yang mengalir dari Benua Australia (musim dingin) ke Benua Asia (musim panas) sedikit curah hujan (kemarau) di Indonesia bagian Timur karena angin melewati celah- celah sempit dan rbagai gurun (Gibson, Australia Besar, dan Victoria). Ini yang menyebabkan indonesia mengalami musim kemarau
sistem angin berkaitan dengan keadaan udara suatu wilayah. Sistem angin di kawasan Asia Tenggara dapat dijelaskan sebagai berikut: 

1. Angin bertiup dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah
2. Apabila udara bertambah panas, udara akan mengembang sehingga tekanannya rendah
3. Apabila udara bertambah dingin, udara menjadi berat sehingga tekanannya
tinggi.
4.
Terjadi    angin   muson   timur   laut  dan   muson  barat  daya.
5. Angin  topan  bertiup  di  Filiphina dan Vietnam  pada   bulan Juni-November
6.  Angin yang bertiup dari samudera Pasifik ke barat menyebabkan hujan lebat   

  di filipina Utara   dan pantai Vietnam.
Pada umunya iklim asia tenggara secara garis lintang dan bujur merupakan iklim tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi. Angin yang bertiup dari asia tenggara datang dari dua arah yang berlainan dalam musim-musim yang berbeda dan membawa hujan yang kearah yang berbeda pula.
 Peranan Iklim Di Bidang Pertanian asia tenggara.
Di asia tenggara yang sebagian besar penduduknya masyarakat agraris yang bergerak di sektor pertanian, baik Negara ATM seperti Indonesia, Filiphina, dan Timor Leste, maupun Negara-negara ATD seperti Vietnam, Thailand, Myanmar Dan Laos. sifat-sifat iklim Asia tenggara seperti suhu, curah hujan, dan musim sangat berpengaruh positif terhadap perkembangan pertanian.

              Begitu pula di bidang perikanan atau kelautan, faktor iklim seperti cuaca, suhu, dan musim sangat berpengaruh, baik terhadap para nelayan maupun ikan yang akan di tangkap. Pada umumnya para nelayan mengerti benar tentang keadaan cuaca, terutama yang behubungan dengan angin dan musim. Dengan pengetahuan yang dimiliki mereka tahu kapan datangnya angin musim barat dan angin musim timur. Pada saat berhembus angin barat mereka sangat berhati-hati dalam menangkap ikan di laut. Karena musim angin barat sering menimbulkan gelombang besar yang membahayakan mereka. Dan mereka juga tahu mengenai tanda-tanda alam seperti akan datangnya badai yang besar, sehingga mereka tidak akan turun ke laut untuk menangkap ikan.
·         Peranan Iklim Di Bidang Transportasi.
Faktor-faktor cuaca dan iklim mempunyai peranan yang besar tehadap bidang transportasi. Seperti cuaca, suhu, arah dan kecepatan angin, awan, dan kabut sangat mempengaruhi kelancaran jalur penerbangan dan jenis transportasi yang di gunakan di asia tenggara. Selain berpengaruh terhadap penerbangan, faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap transportasi laut. Seperti arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, badai dan lain-lain. Di Jakarta dan beberapa kota di Negara asia tenggara lainnya transportasi sering terganggu akibat banjir akibat curah hujan yang tinggi.
·         Peranan Iklim untuk Pariwisata.

           Faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap bidang pariwisata. Seperti cuaca cerah, banyak cahaya matahari, kecepatan angin, udara sejuk, kering, panas, dan sebagainya sangat mempengarui terhadap pelaksanaan wisata, baik wisata darat maupun laut. Dengan kondisi seperti yang telah disebutkan, maka pelaksanaan wisata akan semakin dinikmati.
Karena cuaca yang nyaman banyak wisatawan Negara-negara subtropis, sedang serta dingin yang berlibur kenegara-negara asia tenggara yang beriklim tropis, seperti ke bali (Indonesia), Puket (Thailand), singapura, Cianh may (Thailand)
.
2.               Pengaruh dan jejak china di indhochina!
            Pengaruh jejak cina sampai saat ini masih sangat jelas sekali,yaitu terutama di indo china hal itu bisa kita lihat mulai dari system perdagangan, kepercayaan masyarakat di Indochina saat ini serta budaya dan tradisi yang ada. Misalnya saja kita contohkan  kawasan Indochina sendri banyak kita jumpai orang-orang tionghua atau orang keturunan cina di sana, walaupun Cuma satu dua pasti setiap daerah ada orang cina. Sedangkan beberapa peninggalannya sendiri bias kita lihat pengaruhnya tidak usah jauh-jauh kita lihat di Negara kita sendiri yaitu adanya agama hindu dan buda yang notabenenya terlahir dari kepercayaan mereka.
·         beberapa pengaruh dan peninggalan cina di Indonesia :
Didirikannya sekolah-sekolah Tionghoa oleh organisasi Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) sejak 1900, mendorong berkembangnya pers dan sastra Melayu Tionghoa. Maka dalam waktu 70 tahun telah dihasilkan sekitar 3000 buku, suatu prestasi yang luar biasa bila dibandingkan dengan sastra yang dihasilkan oleh angkatan pujangga baru, angkatan 45, 66 dan pasca 66 yang tidak seproduktif itu. Dengan demikian komunitas ini telah berjasa dalam membentuk satu awal perkembangan bahasa Indonesia.
Sumbangsih warga Tionghoa Indonesia juga terlihat dalam koran Sin Po, dimana koran Sin Po menjadi koran pertama yang menerbitkan teks lagu Indonesia Raya setelah disepakati pada Sumpah Pemuda tahun 1928.
Nama Sie Kok Liong memang sangat jarang didengar oleh masyarakat Indonesia, namun Sie Kok Liong merupakan seorang warga Tionghoa yang menyewakan rumahnya bagi para pemuda dalam menyelenggarakan Sumpah Pemuda. Hanya sedikit catatan mengenai Sie Kok Liong, seiring dengan tumbuhnya sekolah-sekolah pada awal abad ke-20 di Jakarta tumbuh pula pondokan-pondokan pelajar untuk menampung mereka yang tidak tertampung di asrama sekolah atau untuk mereka yang ingin hidup lebih bebas di luar asrama yang ketat. Salah satu di antara pondokan pelajar itu adalah Gedung Kramat 106 milik Sie Kok Liong. Di Gedung Kramat 106 inilah sejumlah pemuda pergerakan dan pelajar sering berkumpul. Gedung itu, selain menjadi tempat tinggal dan sering digunakan sebagai tempat latihan kesenian Langen Siswo juga sering dipakai untuk tempat diskusi tentang politik para pemuda dan pelajar. Terlebih lagi setelah Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) didirikan pada September 1926. Selain dijadikan kantor PPPI dan kantor redaksi majalah Indonesia Raya yang diterbitkan oleh PPPI, berbagai organisasi pemuda sering menggunakan gedung ini sebagai tempat kongres. Bahkan pada 1928 Gedung Kramat 106 jadi salah satu tempat penyelenggaraan Kongres Pemuda II tanggal 27 - 28 Oktober 1928.
Universitas Trisakti yang kini menjadi salah satu universitas terkenal di Indonesia juga merupakan salah satu sumbangsih warga Tionghoa di Indonesia. Pada tahun 1958, universitas ini didirikan oleh para petinggi Baperki yang kebanyakan keturunan Tionghoa salah satunya yaitu Siauw Giok Tjhan, pada tahun 1962 oleh Presiden Soekarno nama universitas ini diganti menjadi Universitas Res Publika hingga 1965, dan sejak Orde Baru, universitas ini beralih nama menjadi Universitas Trisakti hingga sekarang.
Di Medan dikenal kedermawanan Tjong A Fie, rasa hormatnya terhadap Sultan Deli Makmun Al Rasyid diwujudkannya pengusaha Tionghoa ini dengan menyumbang sepertiga dari pembangunan Mesjid Raya Medan. Rumah peninggalan Tjong A Fie sampai sekarang masih ada di kota Medan walaupun bangunannya terlihat tidak terurus lagi.
Di Bagansiapiapi terdapat Ritual Bakar Tongkang sebagai ucapan rasa syukur masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi atas perlindungan Dewa Kie Ong Ya. Ritual Bakar Tongkang sangat diandalkan pemerintah daerah setempat sebagai daya tarik wisata daerah dimana setiap tahunnya menyedot puluhan ribu kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negeri.
Saat ini di Taman Mini Indonesia Indah sedang dibangun taman budaya Tionghoa Indonesia yang diprakarsai oleh PSMTI. Pembangunan taman ini direncanakan akan selesai sebelum tahun 2012 dengan biaya kurang lebih 50 milyar rupiah.
3.      Bentuk Negara Berdasarkan Morfologinya dan contohnya di Negara Asia Tenggara.
Asia Tenggara adalah sebuah kawasan di benua Asia bagian tenggara. Kawasan ini mencakup Indochina dan Semenanjung Malaya serta kepulauan di sekitarnya. Asia Tenggara berbatasan dengan Republik Rakyat Cina di sebelah utara, Samudra Pasifik di timur, Samudra Hindia di selatan, dan Samudra Hindia, Teluk Benggala, dan anak benua India di barat.
Asia Tenggara biasa dipilah dalam dua kelompok: Asia Tenggara Daratan (ATD) dan Asia Tenggara Maritim (ATM).
Malaysia, meskipun ada bagian yang tersambung ke benua Asia, biasa dimasukkan ke dalam ATM karena alasan budaya. Semua negara Asia Tenggara terhimpun ke dalam organisasi ASEAN. Timor Leste yang sebelumnya merupakan bagian dari Indonesia telah mengajukan diri menjadi anggota ASEAN walaupun oleh beberapa pihak, atas alasan politis, negara ini dimasukkan ke kawasan Pasifik.
Secara geografis (dan juga secara historis) sebenarnya Taiwan dan pulau Hainan juga termasuk Asia Tenggara, sehingga diikutkan pula. Namun demikian, karena alasan politik Taiwan dan pulau Hainan lebih sering dimasukkan ke kawasan Asia Timur. Kepulauan Cocos dan Pulau Christmas, yang terletak di selatan Jawa, oleh beberapa pihak dimasukkan sebagai Asia Tenggara meskipun secara politik berada di bawah administrasi Australia. Sebaliknya, Pulau Papua dimasukkan sebagai Asia Tenggara secara politik meskipun secara geologi sudah tidak termasuk benua Asia.
4.      Bentang lahan kamboja dan pengaruh danau Tonle sap.
Dengan luas wilayah 181.035 km², maka luas Kamboja hampir seluas dengan pulau Sulawesi. Disebelah barat Kamboja berbatasan dengan Thailand, di sebelah utara berbatasan dengan Laos, di sebelah Timur berbatasan dengan Vietnam dan di sebelah selatan berbatasan dengan Teluk Siam. Negara Kamboja merupakan Negara kecil yang terletak di Semenanjung Indocina dan termasuk kawasan Asia Tenggara. Sebagian besar wilayahnya merupakan dataran rendah yang sangat subur.

       Sungai Mekong merupakan sungai yang terpenting di Kamboja. Sungai ini melintasi Kamboja dari utara ke selatan, sepanjang 500 km. Sungai Mekong dapat dilalui oleh kapal-kapal yang melintas dari delta Sungai Mekong di Vietnam sampai ke Phnom Penh.
Tonle Sap merupakan sebuah danau yang terbesar di Asia Tenggara yang berada di Kamboja. Danau ini dihubungkan oleh sebuah anak sungai kecil yang bernama Tonle Sap (memiliki nama yang sama dengan danau tersebut). Sungai ini mengalir dari danau Tonle Sap, ke sungao Mekong namun sepanjang musim hujan, pada bulan Juni-oktober, arah aliran sungai Tonle Sap berbalik dari sungai Mekong menuju ke danau Tonle Sap. Hal ini mengakibatkan banjir yang sangat besar di daerah-daerah sekitar danau. Pada saat itu, ukuran danau Tonle Sap bertambah besar menjadi lebih dari ukuran biasanya.
Kamboja tengah merupakan sebuah daerah yang subur. Pengunungan-pegunungan  yang berjajar membentuk setengah lingkaran menjadi perbatasan alamiah antara Kamboja dengan Tahiland. Di sebelah barat terdapat Gunung Cardamon, dan di   sebelah tenggara Gunung Gajah, sedangkan di sebelah utara pegunungan Dankret. Gunung tertinggi di Kamboja adalah Phnom Aural yang berada di pegunungan Cardamon, dengan ketinggian 1.813 m. Sampai sekarang pegunungan-pegunungan ini masih dikelilingi oleh hutan-hutan yang lebat dan sangat jarang penduduknya. Ketiga pegunungan itu masih tetap menjadi daerah oprasi pasukan gerilya Khmer Merah.
Perairan terbuka di sebelah selatan Kamboja tidak pernah memiliki arti penting bagi perekonomian Kamboja karena letaknya yang jauh dari daerah pusat dan juga terpisah oleh daratan yang sangat sukar untuk dialui. Oleh karana itu sungai Mekong selalu menajji pusat perekonomian Kamboja.
5. Kemajuan pertanian di Thailand.
   Pertanian di Thailand boleh dikesan melalui sejarah, aspek-aspek saintifik, dan sosial yang menghasilkan pendekatan unik moden Thailand pertanian. Berikutan Revolusi Neolitik, masyarakat di kawasan yang berkembang daripada memburu dan mengumpul.
Thailand umumnya beriklim tropis dengan musim hujan dan kemarau yang sama pergantiannya dengan siklus di Indonesia. Musim hujan di Thailand terjadi pada bulan Mei hingga September, ketika Indonesia sedang mengalami musim kemarau. Perbedaan waktu terjadinya musim hujan ini karena letak Thailand di utara garis katulistiwa, sedangkan Indonesia sebagian besar terletak di selatan garis katulistiwa. Sebagian besar hutan telah dibabat untuk kepentingan pertanian berpindah, sehingga vegetasi Thailand yang asli hampir punah. Namun masih ada hutan yang masih asli di Thailand bagian utara dan juga bagian Thailand semenanjung. Sedangkan di sepanjang garis pantai teluk Siam, terdapat hutan bakau.
Dengan adanya keadaan iklim tersebut, maka sebagian besar wilayah Thailand merupakan daratan yang subur (Rosyidan, 1973:1). Dari seluruh daerahnya, terdapat 40% daerah yang dijadikan lahan pertanian oleh penduduk. Dari pertanian ini, menyerap tenaga kerja hampir 56% tenaga kerja seluruhnya dari keseluruhan tenaga kerja di Thailand. Pertanian di Thailand ini selain menggunakan air hujan sebagai sumber pengairannya, juga menggunakan sistem irigasi sebagai pendukung pertanian di sebagian kecil wilayah. Di Thailand, 70% luas wilayahnya mendapatkan air hujan yang cukup dengan kadar curah hujan yang berbeda. Bagi daerah yang telah mendapatkan pengairan yang cukup, maka sistem irigasi tidak terlalu dibutuhkan.
Pertanian di Thailand menghasilkan berbagai hasil tanaman antara lain sayur, buah, dan tanaman lainnya, namun yang terpenting adalah padi dan karet. Seperti yang kita ketahui, beras dari Thailand telah terkenal di seluruh dunia, dan Indonesia termasuk salah satunya yang mengimport beras dari Thailand Hasil padi dari Thailand mencapai 20 juta ton setiap tahun, sebagian digunakan untuk kebutuhan pangan di dalam negeri, dan sebagian lain dijual sebagai bahan ekspor ke luar negeri. Thailand merupakan penghasil karet terbesar ketiga di dunia setelah Malaysia dan Indonesia. Di Thailand dihasilkan 900.000 ton karet setiap tahun. Selain padi dan karet, thailand memiliki komoditi ekspor lain, yaitu jagung, ikan kaleng, gula, timah, dan kerang-kerangan (Redaksi Ensiklopedi Indonesia, 1997: 248).
Dalam pengolahan lahan pertanian, Thailand memiliki teknologi yang sangat maju. Thailand telah menggunakan mesin-mesin pertanian yang dibuat oleh industri-industri di dalam negeri sehingga menghasilkan hasil pertanian yang maksimal (lihat gambar 2). Dalam bidang perikanan, Thailand juga memiliki prestasi yang bagus. Dalam setiap tahun, dihasilkan 2,5 juta ton ikan laut dan ikan air tawar. Hasil laut banyak didapatkan di Teluk Siam dan untuk ikan air tawar, masyarakat membuat kolam-kolam ikan. Daerah yang terkenal kolam ikannya adalah daerah Chachoengsao. Selain itu, waduk-waduk dan sungai juga memberikan kontribusi dalam hal ini. di Thailand, waduk dibangun untuk menunjang pertanian (irigasi) dan juga hidrolistrik. Di propinsi-propinsi yang berada di dataran tengah, pemeliharaan ikan gurame dan mujaer dilakukan di sawah.



0 comments: